Belajar Roleplay Narsis Yang Gak Egois

Bagaimana sebuah dining etiquette dari Korea bisa mengajarkan kita tentang cara main D&D yang menyenangkan

Salah satu faktor utama yang membuat saya (dan mungkin sebagian dari kamu juga) menikmati permainan D&D adalah creative outlet. Sebagai pemain, banyak proses kreatif yang terjadi saat kita mengembangkan sebuah karakter. Mulai dari merangkai konsep karakter, backstory, kombinasi attack, sampai kostum, kesemuanya adalah wadah kita untuk berimajinasi dan berkreasi.

Keseluruhan proses tadi memang sudah dapat memberikan kepuasan tersendiri. Tapi saya juga tidak memungkiri bahwa saya mendambakan apresiasi dari audiens, dalam hal ini dari DM dan pemain lain yang ada di meja.

me after a 15-minute monologue about my character’s tragic backstory

Notice Me (And My Creation), Please!

Memang ada beberapa bentuk kreasi yang secara natural akan muncul ke permukaan, misalnya signature combo dalam combat. Namun, untuk aspek karakter yang lain, tidak jarang saya kesulitan mendapat momen yang tepat untuk bercerita, misalnya tentang “mengapa Niai (karakter gnome rogue saya) masih tetap berpetualang padahal ia sudah tua renta?” atau “mengapa Vishy (karakter orc barbarian saya) membawa tombak yang bentuknya seperti harpoon?”.

Situasi ini seperti buah simalakama. Pilihan yang mudah (tapi mengsedih) adalah diam dan menahan diri. Jalan lainnya pun sama tidak mengenakkan: tiba-tiba bermonolog bahkan memonopoli spotlight di meja.

Tidak adakah jalan keluarnya? Ada dong, terinspirasi dari budaya minum-minum orang Korea.

Prinsip Kesalingan dari Budaya Timur

©tvN

Di beberapa negara Asia Timur, seperti Korea dan Jepang, ada budaya bersantap bersama yang terbilang unik. Di sana, jika kamu menuangkan minum dari botol ke dalam gelasmu sendiri, maka itu akan dianggap kurang sopan. Lantas harus bagaimana? Jawabannya: saling mengisi gelas satu sama lain. Resiprokal. Kesalingan. Timbal balik.

Prinsip timbal balik ini bisa juga kita terapkan ketika roleplay. Kita tidak perlu lagi menunggu momen untuk mengisi gelas sendiri (narsis), karena pemain lain akan mengisi gelas kita (memberi kita panggung). Sebaliknya, kita bisa turut mengisi gelas orang lain.

“Reggie, kamu ngasih nama semua perkakas dan senjatamu?”

“Mbuso, kamu kayaknya suka banget sama rempah-rempah ya?”

“Squirrel, emang kamu pernah jadi pemain sirkus?”

Praktik di Dalam Game D&D

Bagaimana praktiknya? Sesederhana ini: pupuklah rasa kepo terhadap party members kita. Di tiap sesi, targetkan untuk bisa tahu sejumlah hal baru tentang mereka. Bisa dimulai dari hal-hal kecil dulu, yang terlihat di permukaan. 

Mungkin ada kekhawatiran bahwa pertanyaan-pertanyaan remeh seperti ini akan merepotkan bagi orang yang ditanya. Tapi percayalah, kebanyakan orang senang berbicara tentang karakternya sendiri. Jadi jangan ragu untuk memulai obrolan pas lagi minum-minum di tavern, ronda malam di camp, atau momen santai lain di sela-sela hiruk pikuk kehidupan berpetualang. Bonusnya, DM kamu pasti senang karena dia bisa istirahat sejenak.

Setelah ngobrol tentang hal-hal permukaan, di sesi-sesi selanjutnya kita bisa perlahan masuk ke topik yang lebih mendalam, misalnya motivasi, impian, bonds, dll.

“Magnus, kamu tuh kan darah biru ya. Hidupmu pasti udah nyaman lah. Kok mau-maunya ikut kotor-kotoran turun ke dungeon sama kita?”

“Pascal, kalau nanti kita udah keluar dari Underworld, kamu mau ngapain?”

“Otto, kenapa sih Anda ini ngomel2 terus? Bahkan pas kita lagi di-heal sama Anda juga masih aja kena omel.”

But We Live In A Society

Tapi gimana kalau kita tidak ditanya balik? Meskipun saya berharap semua pembaca DNDJakarta adalah pemain-pemain teladan yang menjunjung etika bermain yang baik, mungkin masih ada di antara kamu yang akan bertemu dengan pemain yang hanya “sibuk minum dari gelasnya sendiri”, tanpa ada kepekaan untuk membalasnya. 

Jika ini terjadi, menurut saya, kita bisa memilih untuk fokus pada pemain lain yang masih mau bertimbal balik. Opsi lain (kalau dirasa pantas dan nyaman) adalah berbicara dengan DM tentang situasi ini, dengan harapan sang DM akan membantu menengahi hal ini sesuai dengan caranya sendiri.

Demi Permainan Yang Lebih Menyenangkan

Jadi, di sesi D&D berikutnya, coba langsung praktikkan. Pilih satu party member, tanyakan satu hal sederhana kepada karakternya (bonus jika kamu memang penasaran tentang hal itu). Biarkan dia cerita sebentar, lalu lihat bagaimana pemain lain bertimbal balik bertanya kepada karaktermu. Lanjutkan terus setiap ada kesempatan, dan saksikan sendiri betapa meja kamu akan jadi lebih hidup dan hubungan antar party members jadi lebih solid.

Dengan kita saling mengisi gelas satu sama lain, kita dapat saling memberi kesempatan untuk berkarya dan berekspresi melalui roleplay dan penceritaan seluk beluk karakter kita, yang berujung pada pengalaman bermain yang lebih memuaskan untuk semua.

Selamat mencoba, dan semoga gelas kamu selalu terisi! 🍻

Tinggalkan komentar